Image of Kritik Ideologi Radikal

Text

Kritik Ideologi Radikal



Orang itu harus memiliki jiwa nasionalisme. Ayah saya Kiai Zubair mengajar-
kan saya rasa nasionalisme semenjak saya masih ke cil. Ulama-ulama dahulu fuga
demikian. Mereka selalu bangga dengan daerah asalnya. Nama belakang mereka
pasti dikasih nama daerah asal, seperti Syaikh Nawawi Al-Bantani dari Banten,
Syaikh Mahfuzh Al-Tarmasi dari Termas, dan lain-lain. Nasionalisme ini penting
supaya paham keislaman dan paham kebangsaan berjalan bersama. Kalau paham
keislaman dan paham kebangsaan tidak akan konflik dan ge
geran terus
K.H.Maimoen Zubair-Mustasyar PBNU, Pengasuh Ponpes Al-Anwar Sarang

Buku ini mengkaji dan meluruskan banyak pemahaman kelompok Islam radi
kal yang belum pernah tersentuh sebelumnya. Di dalam buku ini gagasan dan
ajaran yang haq seperti jihad, amar makruf nahi mungkar, al-wal wa al-bara
khilafah, dan tathbiq al-syari'ah yang banyak diselewengakan menjadi perkara yang
batil, diluruskan dan kemudian dikembalikan pada makna dan pengamalannya
yang benar. Maka buku ini sangat
muslim sekalian khususnya mus penting untuk dimiliki dan dibaca oleh umat
di Indonesia.
Prof. Dr. K.H. Ma'ruf Amin - Rois Am PBNU, Ketua Umum Majelis Ulama
Indonesia

Saya senang menyambut kehadiran buku ini karena kehadirannya semakin
memberi keyakinan kepada saya bahwa pendapat mayoritas kaum muslimin, ter
masuk saya, tentang negara dan pemerintahan menurut Islam itu benar adanya di
antara beberapa kebenaran yang bersifat pilihan. Oleh sebab itu pesan yang bisa
dititipkan melalui kehadiran buku ini, "Hendaknya seluruh kaum muslimin di In
donesia merasa mantap, nyaman, dan aman secara syari dengan hidup di Negara
Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Sistem Pemerintahan Indonesia
berdasar Pancasila ini tidak lain merupakan "khilafah" atau sistem pemerintahan
produk ijtihad jumhur ulama di Indonesia."
Prof. Dr. M. Mahfud MD - Ketua Mahkamah Konstitusi RI Periode

Berdakwah dengan akhlakul karimah merupakan pilihan para ulama-ulama
terdahulu yang terbukti keberhasilannya. Pondok Pesantren Lirboyo dari dulu
sampai sekarang juga selalu mengedepankan akhlakul karimah dalam melakukan
dakwah. Dahulu Mbah Kiai Abdul Karim pernah dawuh, Sama santri itu tidak
boleh galak-galak" Begitulah kiranya cara pandang dakwah para Masyayikh danulu
Sebab dengan akhlakul karimah, dakwah akan mudah diterima dan mudah mere
sup dalam masyarakat. Dengan begitu kita akan mudah mendapatkan ba
masyarakat. Jika hati masyarakat sudah didapatkan, maka kita akan mudah mena
zaman dahulu
rahkan mereka ke jalan kebaikan. Begitulah kiranya yang dilakukan Walisongo pad
K.H. Abdulloh Kafabihi Mahrus - Pengasuh Ponpes Lirboyo


Ketersediaan

2019-196062x6.2 TIM kMy LibraryTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x6.2 TIM k
Penerbit Lirboyo Press : Kediri.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-1207-185
Klasifikasi
2x6.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this