Detail Cantuman
Pencarian SpesifikText
Amelia : Serial Anak-Anak Mamak
Novel Amelia, serial anak-anak mamak merupakan seri pertama namun terbit pada sesi terakhir, mengapa? Jawabanya saya tidak tahu, yang tahu hanya tuhan dan bang Tere Liye saja, hahahaha. Bang Tere liya mengisahkan tidak selamanya anak bungsu itu berperilaku cengeng, manja dan tidak bisa diatur. Buktinya pada sosok Amelia, yang terlahir dengan perilaku yang kuat, tidak pernah menyerah, sekalipun situasinya menyadaekanya bahwa anak bungsu pada akhirnya akan tetap menjadi “penunggu rumah” dan sejauh apapun ia pergi, takdir akan membawanya kembali.
Dari kecil Amelia disebut oleh mamak dan bapaknya Amelia si gadis bungsu yang kuat. Terlahir menjadi bungsu, membuatnya tidak terima dengan kenyataan, selalu ingin bertukar posisi dengan kakak sulungnya, Eliana. Baginya menjadi bungsu hanyalah korban perintah-perintah kakaknya, selalu disuruh-suruh dan selalu menjadi penunggu rumah. Selain memiliki kakak sulung yang selalu ngetur-ngetur, Amelia juga memiliki dua kakak laki-laki yang tak kalah menyebalkanya dengan Eliana, yang setiap hari menjahili dan ngeledek Amelia, kakak kedua Pukat si anak pandai, dan si Burlian si anak special.
Saking inginya bertukar posisi dengan kakaknya, Elinana. Amelia ingin sekali dipanggil Eli, yang dari penggalan namanya juga dari Am-Eli-a. amel tidak pernah tahu bahwa sulit sekali menjadi anak sulung, dia bersikeras tidak ingin menjadi anak bungsu, ngotot sekali untuk menjadi anak sulung itu lebih menyenangkan, bisa ngatur-ngatur sesukanya, merintah ini memerinta itu.
Dalam kisah Amelia ini, bang Tere Liye menyampaikan pesan moral tentang keharusan anak manusia merantau dan menjelajah dunia untuk menuntut ilmu, sekalipun ia anak perempuan dan bungsu pula. Itulah yang dilakukan Amelia, sekalipun Kak Pukat dan Burlian selalu mengatakan bahwa Amelia akan tetap jadi penunggu rumah, tidak akan pernah kemana-mana, tetap tinggal di kampung halaman. Akhirnya Amelia tetap bisa membuktikan bahwa anak bungsu yang dulu selalu jadi “korban” perintah kakak-kakaknya bisa menyelesaikan gelar doktor dalam bidag Pedagogi, juga menyelesaikan studi dalam bidang Pertanian Kultur Jaringan, karena demi kampung tercintalah si bungsu Amelia mengambil jurusan tersebut, gigih sekali ingin kampung tercinta memiliki lahan kopi yang produktif. Bahkan Amelia sudah menyusul kak Pukat sampai ke Belanda.
Setelah merantau dan menuntut ilmu dalam bidang pertanian, apakah Amelia akan tetap menjadi “Penunggu Rumah” seperti yang selalu disampirkan di namanya? Apakah cita-cita Amelia sebenarnya? Apakah hanya ingin jadi petani di kampung mereka? Dan apakah usaha Amelia bersama teman-teman dalam mengajukan rencana besar untuk merubah bibit kopi yang produktif berhasil terlaksana? Wah banyak sekali pertanyaan yang saya lontarkan.
Kalau kalian tahu apa yang dilakukan Amelia setelah menuntut ilmu sampai negeri kincir angin, lalu mewujudkan cita-cita yang sedari awal tak pernah ia ketahui, dan ternyata cita-cita tersebut dekat sekali dengan kehidupannya. Apakah kalian akan menganggap Amelia si bungsu yang “bodoh”? atau si bungsu yang mulia? Maka kalian harus baca bukunya, temukan sensasi “riangnya” jadi anak bungsu. Dan baca juga serial kakak-kakaknya, Eliana, Pukat dan Burlian. Selalu ada hikmah di setiap lembar kisah mereka.
Ketersediaan
| 2019-16352 | 813 TER a | My Library | Tersedia |
Informasi Detail
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
813 TER a
|
| Penerbit | Republika : Jakarta., 2013 |
| Deskripsi Fisik |
vi, 391 hlm : ilus. ; 13.5 x 20.5 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-602-8997-73-7
|
| Klasifikasi |
813
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
cetakan ke-9 Juni 2017
|
| Subjek |
-
|
| Info Detail Spesifik |
20 Maret 2019
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Hak Cipta di lindungi Undang-Undang No. 19 Tahun 1992
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






